Malam itu....
Ndalu (Malam)
nang renungan malam (di renungan malam)
27 Juni 2009
Ta’lim Muta’alim
Kang Imam
Setelah berjalan melalui segala medan rintang yang ada, bersama kakang2, akhirnya sampai di lokasi yang dituju.
Dengan penuh hikmat takdzim kami lewati dengan dzikir selalu keluar dari lidah kami. Ketika naik, membaca Alloohu Akbar, tentunya dengan suara yang biasa saja, tidak terlalu keras, ketika datar baca Alhamdulillaah, dan ketika turun membaca Subhaanallooh..
Apa yang bisa disimpulkan dari kalimat itu?
Yak...
Bner bgt...
Kami mendaki gunung, lewati lembah....
Dan sedikit ilmu yang aku terima dari kang Imam..
Sangar!!!
Check it out!!
Perkoroperkoro kang ndadekake gampang ngapalke yaiku:
Halhal yang memudahkan dalam menghapalkan diantaranya:
Amal kang bagus (Amal yang bagus)
Maos qur ‘an bin nadhor (langsung) (Membaca qur ‘an secara langsung)
Walaupun sudah hapal, jangan meremehkan, lebih baik dengan membaca
Sholat wengi (Sholat malam)
Ngurangi maksiyat (Mengurangi maksiyat)
Perkoroperkoro kang ndadekake cepet lalinan yaiku:
Halhal yang membuat kita mudah lupa diantaranya:
Nglakoni maksiyat (Melakukan maksiyat)
Nha maksiyat kuwi sing kepiye?
Kadangkadang kita kurang tahu apa yang kita lakukan itu termasuk maksiyat atau tidak. Untuk itu ‘takokno marang wong sing ngerti’ (bertanyalah kepada orang yang mengerti/ paham)
Kebelet masalah duniawi
Masalahmasalah duniawi seperti kehurmatan dunia, pengin diundang kiyai,
Masalah dunia itu bukan hanya materi saja.
Kita sebagai manusia jangan rumangsa paling ayu/ bagus dewe.
Kita jangan kepingin mendapatkan kehurmatan dunia karena kita tidak bisa mendapat apaapa dari kehurmatan dunia itu.
Kalimat intinya yaitu
Apa artinya kehurmatan kalau kita tidak bisa menghormati orang lain.
Komentar
Posting Komentar